TANYA PAKAR
Pertanyaan-pertanyaan seputar GMC INDONESIA akan dijawab langsung oleh Neurolog dr. Jofizal Jannis, Sp.S(k) dan Master Coach/Trainer GMC INDONESIA

"Stimulasi otak yang dilakukan secara spesifik akan membangkitkan seluruh penerimaan sensorik dengan hasil memacu pusat kecerdasan yang terdapat di bagian kulit (korteks) otak di frontal, sehingga akan merubah seluruh kemampuan berpikir seseorang (Dr. Jofizal Jannis, Sp.S (k), Neurologist (Spesialis Saraf))

Dokter Spesialis Syaraf akan menjawab semua pertanyaan Ayah Bunda tentang Otak, Stimulasi Otak dan Perkembangan Kecerdasan Anak Anda.
Kirim pertanyaan Ayah Bunda ke
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
Daftar Pertanyaan
- Gelombang suara ditransformasikan menjadi sinyal listrik yang kemudian disalurkan melalui saraf menuju otak. Otak dapat distimulasi dengan gelombang frekuensi tertentu? Bagaimana prosesnya?
Jawab :
Proses yang terjadi, sejak stimulasi auditorik (pendengaran) sampai dengan suara yang menuju korpus genikulatum medial di talamus akan ditransformasikan melalui ARAS, dan mengaktifkan (merangsang/membangkitkan) neurotransmitter eksitatorik.
- Selain memperbanyak sinaps, Stimulasi Otak juga mengubah neurotransmitter. Neutransmitter apa yang diubah oleh stimulasi otak?
Jawab :
Akson sel saraf berhubungan dengan dendrit sel saraf lain melalui sinaps yang memacu, membangkitkan, mengaktifkan neurotransmitter tertentu. Misalnya yang eksitatorik dopamine.
- Sinapsis dari otak bagian mana saja yang dirangsang dari Brain Stimulation?
Jawab :
Sinapsis itu berada pada koneksi bagian sel saraf (akson dan dendrit). Sensasi dengar (auditorik) akan diteruskan ke talamus (korpus genikulatum medial) melalui ARAS (Ascending Recticular Activating System) dan membangkitkan jaras saraf eksitatorik.
- Brain stimulation dapat meningkatkan kecerdasan? Apakah termasuk Multiple intelligence atau hanya kecerdasan kognitif dan emosional?
Jawab :
Brain Stimulastion (Stimulasi Otak) dapat meningkatkan kecerdasan. Termasuk kecerdasan multiple bukan hanya kognitif dan emosional.
Otak berfungsi karena terdapat sirkuit yang saling berhubungan. Sirkuit ini merupakan hubungan antara semua sistem yang penting di otak. Oleh karena itu, stimulasi otak akan membangkitkan semua komponen kecerdasan sesuai dengan respon masing-masing otak.
- Benarkah Brain Stimulation dapat meningkatkan kecerdasan emosional? Bagaimana penjelasan secara ilmiahnya?
Jawab :
Kecerdasan emosional merupakan kecerdasan interpersonal ialah komponen kepekaan mencerna dan merespons secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan berhubungan dengan orang lain.
Komponen emotional berada di sistem limbik. Stimulasi akan merangsang korteks prefrontal (Pusat pemecahan masalah, planning, decision, judgement) yang mempunyai hubungan secara langsung dengan sistem limbik.
- Bagaimana penjelasan secara ilmiah melihat dengan menggunakan mata tertutup? Benarkah dengan menggunakan gelombang otak?
Jawab :
Input ke korteks pada dasarnya sama. Bila mata tertutup, orang tidak dapat melihat. Pelihatan merupakan input pemasukan sensorik (sensasi visual). Mata sampai retina merupakan media, disalurkan ke saraf 2 (N.Optikus) sampai ke korpus genikulatum lateral di thalamus kemudian ke lobus oksipital di otak.
Begitu juga bila kita mendengar dan meraba semua input itu sampai ke korteks otak. Penempatan setiap input tersebut di otak berdasarkan preferensi (kecenderungan). Bila mata ditutup, fungsi sensorik lain akan mengganti fungsi pelihatan.
Misal,
- Orang yang buta sejak lahir akan menggunakan bagian paling belakang korteks (Lobus Oksipital) yang biasa dipakai untuk pelihatan sekarang digunakan untuk membaca braile (melibatkan rabaan)
- Orang yang lahir tuli akan memproses informasi visual di area yang umumnya menjadi wilayah pendengaran.
Gelombang otak berperan menerima input dengan tenang. Otak adalah mesin pola sehingga cara otak memproses sinyal dari pendengaran dan pelihatan sama saja (On Intelegence Jeff Hawkins, Touch And Blindness, ALVARO)
- Mengapa ada anak yang bisa melihat dengan menutup mata, tapi ada juga yang tidak bisa menutup mata? Apakah ada dua kemungkinan, antara anak2 yang hanya mempunyai modalitas fungsional tertentu yg bisa melihat dengan menutup mata dan kemungkinan mereka tidak terstimulus dengan baik?
Jawab :
Tujuan sesungguhnya pelatihan Brain Stimulation ini adalah untuk meningkatkan potensi otak anak, bukan untuk kepentingan membaca dengan mata tertutup atau Blindfold Reading.
Namun, membaca dengan mata tertutup menjadi bukti bahwa preferensi setiap anak berbeda, barangkali ada yang lebih menonjol dengan Taktil (perabaan), auditorik pendengaran, pengecapan lidah, penghidu. Perbedaan ini menunjukkan perbedaan yang sangat essensial dari setiap manusia.
- Adakah hubungan RAS dengan Brain Stimulation dengan suara? Bagaimana penjelasan secara ilmiahnya?
Jawab :
Hubungan RAS dengan Stimulasi Otak dengan Suara.
RAS merupakan kumpulan serabut saraf yang berada di midbrain, pons dan medulla oblongata. Menyebar ke korteks otak, berbentuk kipas (diffuse projection fibres) merupakan serabut (aferen) dan menyebar dari korteks melalui jaras spinal ascending mempunyai tanggung jawab aktivasi semua areal otak dan sinyal untuk membangunkan (Arousal).
Pada serabut-serabut tersebut terdapat zat neurotransmitter yang mengaktifkan dan membangkitkan (exitasi) otak dan menghambat (inhibitory) untuk keseimbangan tonus otot dll.Suara sebelum sampai ke pusat auditorik (girus Heschl di lobus temporal) melalui thalamus. Sedangkan thalamus, bila dilihat melalui diagram RAS menunjukan Jaras aktivasi yang melibatkan bypass thalamus.
Kesimpulan:
Stimulasi otak memicu fungsi sensorik dengan suara. RAS akan menjadi media untuk mengaktifkan otak (lihat neurologi dasar dan neurologi anatomi).
- Bagaimana melatih anak agar koneksi antar neuron yang terbentuk setelah pelatihan Genius Mind Stimulation tidak menghilang?
Jawab :
Repetition (Pengulangan) dari suatu latihan akan menstabilkan saraf di tingkat neuron (akson dan dendrit). Oleh karena itu, konsistensi pelatihan (sendiri dan mengulang) dapat membangkitkan potensi otak.
- Treatment apa yang harus diberikan selain disable suara, untuk menstimulasi otak?
Jawab :
Suara akan menstimulasi. Secara prinsip otak adalah mesin pola. Penerimaan semua stimulasi akan sama, bisa pelihatan, pembauan/penghidu, pengecapan, dan perabaan. Secara umum penerimaan pengetahuan melalui sistem sensorik akan meningkatkan potensi otak.
- Adakah efek buruk dari stimulasi otak dengan mengunakan gelombang suara? Ada yg mengatakan, Brain Stimulation ini termasuk pemaksaan perkembangan sel-sel otak? Benarkah demikian?
Jawab :
Efek buruk belum pernah dilaporkan. Pusing pernah terjadi karena stimulasi otak tidak sesuai dengan yang biasanya. Misalnya, kita yang tidak biasa mendengar lagu rock mungkin akan pusing. Pengukuran frekuensi (HZ) dari yang diperdengarkan amat penting (20 – 2000Hz)
- Apakah Brain Stimulation juga mengaktifkan Kelenjar Pineal?
Jawab :
- Kelenjar pineal merupakan bagian dari diensefalon (ditengah otak) yang berfungsi memproduksi hormon melatonin dengan target otak, hipofisis anterior, organ reporoduksi dan sistim imun tubuh. Selain itu, berfungsi juga untuk menghambat horman gonadrotrpoin sebagain antioksidan dan meningkatkan imunitas (lihat Human Phsyology oleh Lauraleck Sherwood)
- Kelenjar pineal merupakan bagian diensefalon (between brain) antara brain stem dan serebrum) Terdiri dari dua bagian utama, thalamus dan hypothalamus dan terdapat dua sistem endokrin, kelenjar hipofisis dan kelenjar pineal. Kelenjar ini sebesar kacang polong.
Beberapa pernyataan tentang kelenjar ini
1. Hampir 2000 tahun yang lalu dianggap sebagai tempat duduk jiwa (Seat of the soul), bekerja sebagai katup yang mengatur aliran spirit, dan pencerahan sampai ke otak. Tahun 1950, para ahli memutuskan bahwa kelenjar ini adalah susunan yang tersisa dengan fungsi yang tidak diketahui, 10 tahun yang lalu para ahli menghubkan melatonin dengan fungsi seksual, onset (awitan) perbedaan sirklus tidur/bangun).
2. Sekarang terbukti bahwa melatonin sebagai antioksidan yang kuat yang melindungi tubuh dari radikal bebas (free radikal) Baca Human Phsyilogi oleh De Unglaub Silverthorn)
Kesimpulan, secara umum berdasarkan pernyataan kepustakan tidak terdapat hubungan kuat antara stimulasi otak dengan kelenjar pineal.